Gangguan Penglihatan Pada Mata
GANGGUAN PENGLIHATAN PADA MATA
Oleh: DIAN RISTI
F1071221054
Mata merupakan salah satu organ vital tubuh manusia dan memiliki pengaruh yang besar terhadap kualitas hidup manusia. Seseorang dapat melakukan berbagai hal dalam hidupnya dengan melihat.Ini memiliki dampak yang kuat pada tingkat produktivitas. Aktivitas mata didukung oleh berbagai bagian atau struktur yang lebih dikenal dengan anatomi mata. Masing-masing bagian anatomi mata tersebut memiliki fungsi dan keunggulan yang mendukung kinerja visual mata manusia.
Mata adalah organ sensorik sangat penting dalam kehidupan manusia. Jika mata lemah ataupenyakit mata, sangat mematikan bagi kehidupan manusia. Mata adalah bagian penting dari tubuh disajikan setiap hari. Meskipun sangat penting, seringkali kita lupa merawatnya dengan baikkarena kurangnya informasi publik untuk mencegah penyakit. Selain itu, pelayanan kesehatan mata terbatas di puskesmas dan rumah sakit dan kurangnya dokter spesialis mata yang berkualifikasi Periksa dan lakukan operasi mata Lakukan penyakit mata tanpa mengobati nanti lebih awal Seiring dengan perkembangan teknologi
Mata merupakan organ indera kompleks yang tugasnya adalah melihat (Djajanti et al., 2020). Dengan mata yang sehat, setiap orang menyimpan banyak kenangan selama perjalanan hidupnya (Helisarah et al., 2020). Namun, banyak ditemukan gangguan penglihatan mulai dari yang ringan sampai yang berat (Khumaidi et al., 2019). Hasil tinjauan sistematis dan meta-analisis data berbasis populasi tentang gangguan penglihatan dan kebutaan global yang diterbitkan antara tahun 1980 dan 2015 menunjukkan bahwa pada tahun 2015, dari populasi dunia sebesar 7,33 miliar, sekitar 253 juta orang (3,38%). ) tunanetra, termasuk 36 juta buta dan 217 juta tunanetra sedang atau berat. Selain itu, terdapat 188 juta orang tunanetra ringan, angka kejadian kebutaan di Indonesia diperkirakan sebesar 0,1% atau 210.000 orang yang setara dengan 1 kebutaan di Indonesia per menit (Kementerian Kesehatan, 2018).
Gangguan mata adalah hal yang sering terjadi, dapat menyerang siapa saja dan kapan saja. Keluhannya bisa berupa mata merah, gatal, perih, gangguan penglihatan, hingga kebutaan. Untuk mengantisipasinya, perlu dilakukan pemeriksaan mata secara rutin agar penyakit mata cepat terdeteksi dan diobati sedini mungkin. Gangguan penglihatan atau kehilangan penglihatan adalah penurunan kemampuan untuk melihat pada tingkat yang menyebabkan masalah yang memerlukan suatu alat, seperti kacamata. Beberapa orang yang juga memiliki kekurangan kemampuan untuk melihat karena tak memiliki akses kacamata atau lensa kontak.
Gangguan Prevalensi penyakit mata merupakan ancaman serius bagi pembangunan karena mengancam pertumbuhan ekonomi negara (Marbun et al., 2021). Gangguan penglihatan merupakan masalah kesehatan yang serius, terutama di masa pandemi. Masalah kesehatan mata menjadi salah satu penyebab mata tidak berfungsi dengan baik (Marfa et al., 2019). Beberapa faktor yang menyebabkan kelelahan mata yaitu faktor lingkungan dan pekerja. Kontributor dapat berupa kelainan refraksi, perilaku berisiko, usia, faktor genetik dan faktor pekerjaan yaitu kebiasaan bekerja di depan komputer dan penggunaan gawai yang berlebihan (Supriati, 2012). Masalah kesehatan mata atau kerusakan mata dapat menyebabkan kehilangan penglihatan, dan pada kasus yang paling parah dapat mengalami kebutaan (Putri et al., 2021).
Memang kasus kebutaan dan gangguan penglihatan harus diperiksa secara berkala agar penyakit mata dapat terdiagnosis lebih dini (Dwiana et al., 2021). Saat ini banyak anak-anak dan remaja yang mengalami kerusakan mata yang dapat menyebabkan kebutaan (Djajanti et al., 2020). Di era modernisasi modern, penyakit mata paling banyak terjadi pada anak-anak dan remaja, penyebab penyakit ini adalah penggunaan gawai yang berlebihan (Ermiati et al., 2022).Pencegahan dan pengobatan gangguan penglihatan dan kebutaan perlu mendapat perhatian (Dewi ). et al., 2022). Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan mata (Ridho et al., 2018). Pendidikan yang meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan mata dapat meningkatkan produktivitas terutama pada kelompok usia produktif (Yulistanti et al., 2021). Penyuluhan kesehatan mata juga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya generasi muda (Kurnia et al., 2022).
DAFTAR PUSTAKA
Dewi, Y. K., Sitorus, R. J., & Hasyim, H. (2010). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Operator Komputer di Kantor Samsat Palembang. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 1(01), 35–38.
Djajanti, C. W., Sukmanto, P. A., & Wardhani, I. K. (2020). Penyuluhan Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Mata. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 5(1), 248-252.
Dwiana, A., Lestari, C., & Astuty, L. (2021). Hubungan Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Mata Dengan Sikap Penggunaan Gadget Yang Berlebihan Di SDN 13 Engkasan Kalimantan Barat. Avicenna : Journal of Health Research, 4(1), 1–8.
Ermiati, Danuarsyah, A., Putri, A. S., Alya, F. Y. S. H., Yasmin, Marzuuqoh, H., Taqiyya, K., Indriani, N. N., Novi, S., Ayu, R., Pawestri, R., Muslimah, S. N., & Putri, Z. A. (2022).
Peningkatan pengetahuan pelajar dan mahasiswa dalam kesehatan mata di masa pandemi covid-19 melalui edukasi kesehatan mata. Prosiding Seminar Nasional PkM: Masyarakat Tangguh, 1, 227–232.
https://kmu.id/anatomi-mata/
Helisarah, D. U., Lestari, A., Syafikiani, D., Faza, F. R., Miranti, N., Kurniawan, N. F.,
Nanariain, A., Apriyani, D., Ramadan, I., Casmana, M. T., Aulia, R. N., & Helisarah.
(2020). Kegiatan Skrining dan Deteksi Dini Penglihatan serta Edukasi Pendidikan
Kesehatan Mata di Stikes Jenderal Achmad Yani Kota Cimahi. Jurnal ABDI MASADA, 1(1), 57-62.
Kemenkes, R. (2018). Infodatin Situasi Gangguan Penglihatan. In N. Kurniasih (Ed.), Kementrian Kesehatan RI (2018 ed.). Infodatin Pusat Data dan Informasi kementerian kesehatan RI.
Khumaidi, M. A., Rachman, O. J., Santoso, P. B., & K, S. O. G. (2019). Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata. Jurnal Kedokteran Indonesia, 5(4), 124.
Kurnia, Z. A., Kurniawan, P. A. P., Intan, N. A., & Sari, D. R. (2022). Kebiasaan dan
Pengetahuan Masyarakat Usia Produktif Mengenai Kesehatan Mata Selama
Pandemi Covid-19. Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(1), 604–616.
Marbun, R., Widi, W., & Dea, V. (2021). Edukasi Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Kesehatan Mata Pada Anak. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm), 4(4), 907–913.
Marfa, F. P., Yulius, Y., & Halim, B. (2019). Kampanye Kesadaran Diri Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata Sejak Dini Tahun 2018. Jurnal Seni Desain dan Budaya, 4(4), 153–158.
Putri, A. K., Reynanda, S. aulia, & Raisa, R. roro. (2021). Pengaruh Pembelajaran Daring terhadap Kesehatan Mata di Masa Pandemi. Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat, 3(2), 26–38. https://doi.org/10.36090/jkkm.v3i2.1122
Ridho, A., Pradana, T. D., Pradana, T. D., Mayarestya, N. P., & Mayarestya, N. P. (2018). Pengaruh Media Komik Terhadap Pengetahuan Kesehatan Mata Pada Anak. Jurnal Vokasi Kesehatan, 3(2),1-6.
Supriati, F. (2012). Faktor-Faktor yang Berkaitan dengan Kelelahan Mata pada
Karyawan Bagian Administrasi di PT. Indonesia Power UBP Semarang. Jurnal
Kesehatan Masyarakat, 1(1), 1–11.
Yulistanti, Y., Rahmalina, Hastuti, Yuniarti, H., & Yulianti, I. (2021). Pendampingan Kader Kesehatan dalam Pemeriksaan Kesehatan Mata pada Anak Usia Sekolah di Kota Magelang. Prosiding Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, 48–54.